10 Penduduk Desa Di Maluku Meninggal Akibat Diare Dan Kurangnya Fasilitas Kesehatan

10 Penduduk Desa Di Maluku Meninggal Akibat Diare Dan Kurangnya Fasilitas Kesehatan – Sepuluh penduduk desa meninggal karena diare antara 25 Januari dan minggu pertama Februari karena kurangnya fasilitas kesehatan dan gaya hidup yang tidak sehat, menurut Badan Kesehatan Pulau Tanimbar di Maluku.

Kepala badan itu, Edwin Tomasoa mengatakan temuan itu berdasarkan laporan dari sejumlah pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kabupaten Pulau Tanimbar.

Sepuluh orang tersebut berasal dari tujuh desa, menurut laporan dari empat pusat kesehatan masyarakat di berbagai kabupaten.

Puskemas Saumlaki melaporkan kematian lima penduduk desa, tiga di desa Lermatang, satu di Wesawak dan satu di Bomaki.

10 Penduduk Desa Di Maluku Meninggal Akibat Diare Dan Kurangnya Fasilitas Kesehatan

Sementara itu, Puskesmas Lorulun melaporkan dua kematian, yaitu di desa Atubul DA dan Arui Bab. Puskesmas Seira melaporkan satu kematian di Wermatang, sementara Puskesmas Adodo Molu melaporkan kematian dua warga desa Nerkat.

Edwin melanjutkan dengan mengatakan bahwa kematian diyakini disebabkan oleh kurangnya akses ke Puskesmas di kabupaten tersebut. Dalam beberapa kasus, diare kemungkinan memperburuk kondisi penduduk desa yang sudah menderita masalah kesehatan lainnya, termasuk penyakit paru-paru, tambahnya. Bandar Judi Ceme Online

Penyebab diare lainnya, ia menambahkan, adalah bahwa banyak penduduk tidak memiliki akses ke toilet dan kebiasaan mereka buang air besar di tempat terbuka membuat mereka rentan terhadap penyakit.

“Kami sedang menanganinya. Petugas kesehatan segera dikerahkan ke desa-desa yang tidak memiliki pusat kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan kepada penduduk desa, ”kata Edwin.

Para pekerja kesehatan merawat penduduk desa karena diare dan juga penyakit bawaan sambil menyebarkan informasi tentang bagaimana menjalani gaya hidup yang lebih sehat dan lebih higienis.

“Jadi, ini bukan hanya tentang perawatan. Gaya hidup sehat juga diperlukan untuk memerangi diare, ”kata Edwin, seraya menambahkan bahwa ia telah menyarankan penduduk desa untuk membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan memakai topeng.

Secara terpisah, sekretaris Dinas Kesehatan Maluku Adonia Rerung menyesalkan keterlambatan respons Dinas Kesehatan Pulau Tanimbar, dengan mengatakan bahwa mereka seharusnya segera melaporkan kasus tersebut ke dinas provinsi.

“Saya telah menegur Badan [Kesehatan Pulau Tanimbar] dan mengatakan [pejabat] untuk segera menyerahkan laporan tentang situasi tersebut,” kata Adonia, seraya menambahkan bahwa ia juga telah menginstruksikan badan tersebut mengumpulkan data tentang penduduk desa yang masih menderita diare.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *