Benarkah China Berada di Tengah Perang Dingin ?

Benarkah China Berada di Tengah Perang Dingin ?

Benarkah China Berada di Tengah Perang Dingin – Siapa yang sedang perang dingin ? dan dunia sedang menghadapi apa sekarang ? Seperti yang semua orang ketahui bahwa saat ini China dan AS masih terlibat perang dingin. Sebelumnya Amerika yang telah menyatakan perang dagang, menghentikan semua impor dan ekspornya ke Tiongkok.

Benarkah China Berada di Tengah Perang Dingin

Kini muncul ketegangan baru antara dua negara besar ini yakni masalah epidemi covid-19. Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat telah menuduh bahwa dalang dari virus corona ini adalah Tiongkok.

Semenjak virus ini berhasil terdeteksi pada akhir tahun 2019 lalu, banyak sekali isu yang beredar mengenai asal muasal virus ini. Salah satunya yakni covid-19 merupakan virus buatan manusia yang akan diperuntukan sebagai senjata biologis ketika nantinya akan ada perang.

Ada juga isu lain yang beredar menyebutkan jika sebuah laboratorium rahasia Tiongkok Mengalami kesalahan sistem sehingga virus ini bocor dan akhirnya menyebar. Tidak hanya itu saja, karena isu lain juga menyebutkan bahwa covid-19 dibuat oleh Amerika Serikat yang diperuntukan melawan Tiongkok. Namun sekali lagi ditegaskan bahwa hal ini merupakan isu dan tidak ada bukti pasti untuk kebenarannya.

Corona virus hingga detik ini telah menyebar dan menginfeksi lebih dari 5,4 juta jiwa di seluruh dunia dan setidaknya ada 345 ribu pasien yang dinyatakan meninggal. Inilah yang diungkapkan China bahwa dunia tengah berperang melawan virus tersebut. Ditambah lagi “perang dingin” yang terjadi antara China dan AS.

Sebelumnya juga Trump mengungkapkan bahwa China sengaja memperlama pengiriman data penting mengenai kajian covid-19 dan sengaja membuat virus ini menyebar begitu cepat padahal Trump sendiri menilai penularan tersebut bisa cepat diatasi.

Atas tuduhan ini Wang Yi yang merupakan Menteri Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa AS tidak hanya rusak karena coronavirus namun juga karena virus politik yang cepat menyebar di Amerika.

Perang politik yang telah berlangsung lama antara kedua negara ini semakin diperumit ketika Trump kembali meminta China untuk bertanggung jawab atas munculnya virus ini serta meminta ganti rugi sebanyak 7.000 triliun. Menanggapi hal tersebut, sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia, China mengatakan akan bertanggung jawab sepenuhnya akan hal ini dan akan selalu terbuka kepada negara lain yang ingin bekerja sama untuk bisa memberantas coronavirus Game Mahyong.

Ditambahkan lagi oleh Wang Yi yakni China akan selalu transparan dalam hal yang menyangkut covid-19 namun semua penyelidikan dan penelitian yang dilakukan haruslah bersih dari campur tangan politik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *