Ragam Legenda Yang Berasal Dari Indonesia

Ragam Legenda Yang Berasal Dari Indonesia

Ragam Legenda Yang Berasal Dari Indonesia – Legenda merupakan cerita lama atau yang dikenal dengan prosa rakyat dan diyakini memang benar-benar terjadi. Berbagai legenda pun muncul dan diceritakan secara turun temurun dari zaman ke zaman hingga saat ini.

Ragam Legenda Yang Berasal Dari Indonesia

Seperti Indonesia yang juga memiliki beragam legenda yang hingga kini masih dianggap benar-benar pernah terjadi. Banyaknya legenda ini tentu menjadi sejarah sendiri karena dibalik semua legenda yang diceritakan terkandung hikmah yang dapat dijadikan pembelajaran.

Legenda yang beredar ini sebagian tak bisa membuktikan kebenarannya. Meskipun begitu masyarakat yakin dan percaya tentang cerita tersebut.

Dibawah ini merupakan beberapa legenda yang berasal dari Indonesia dan sekilas mengenai ceritanya.

  • Malin Kundang

Bercerita mengenai seorang anak yang bernama Malin Kundang. Waktu kecil dia dibesarkan oleh seorang ibu yang sangat menyayanginya. Ketika dia dewasa, dia pun memberanikan diri pergi ke negeri Seberang, dan berharap bisa memperbaiki nasib dia bersama ibunya.

Bertahun-tahun pergi tak ada kabar ternyata, keinginannya itu pun tercapai dan dia menjadi seorang yang kaya raya. Kekayaan sang anak pun diketahui oleh sang Ibu dan betapa bangga dan bahagianya sang ibu mendengar berita in.

Kondisinya yang tak lagi kuat, membuat ibunya harus pergi ke dermaga untuk memastikan apakah benar orang kaya tersebut adalah anaknya.

Dan benar saja bahwa orang kaya tersebut memang anak kandung nya yang bernama Malin Kundang. Namun sakit bukan kepalang, saat tahu bahwa pengakuan tersebut ditolak oleh sang anak dan menganggap ibunya telah lama meninggal.

Karena sakit hati yang terlalu dalam, ibunya pun mengutuk Malin Kundang menjadi sebuah batu.

  • Bawang Putih Bawang Merah

Untuk legenda yang satu ini juga banyak dijadikan inspirasi dalam penggarapan drama di Indonesia. Mengisahkan seorang lelaki yang telah kehilangan istrinya namun berkelimpahan harta. Dia memiliki seorang anak perempuan yang bernama Bawang Putih.

Sang ayah memutuskan untuk menikah lagi agar anaknya tak merasa kesepian ketika dia harus bekerja. Niatnya ini pun juga disetujui oleh sang anak.

Ketika ayahnya sudah menikah, ia juga harus hidup bersama ibu tiri dan saudara tirinya yang bernama Bawang Merah. Berharap dunianya akan indah, ternyata Bawang Putih diperlakukan tak adil bahkan di rumahnya sendiri.

Dia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan harus melayani ibu dan saudara tirinya tersebut bak seorang ratu dan putri. Kesedihan Bawang Putih ini pun ia simpan sendiri dan Bawang Putih juga tak pernah mengadu pada ayahnya mengenai kondisi yang dia rasakan ketika ayahnya jauh dari nya.

Namun keserakahan ibu dan saudara tirinya ini tak bertahan lama. Karena tanpa sengaja ayah Bawang Putih mengetahui semua tindakan buruk yang terjadi pada anaknya. Tak terima dan marah besar, akhirnya Bawang Merah bersama ibunya di usir dari rumah.

  • Sangkuriang

Mengenai cerita yang satu ini, berkaitan dengan salah satu gunung yang terletak di Bandung yang bernama Tangkuban Perahu. Awal kisahnya ada seorang perempuan yang bernama Dayang Sumbi. Dia memiliki paras yang cantik dan hidup ditengah hutan bersama dengan anaknya yang bernama Sangkuriang.

Disamping itu ada pula seekor anjing yang sangat setia mendampingi sang anak kemanapun dia pergi dan bernama Tumang.

Suatu hari Dayang Sumbi sangat ingin menyantap hati rusa dan meminta Sangkuriang pergi berburu bersama Tumang. Ditengah hutan pun dia mendapati Rusa yang gemuk dan bersiap untuk memanahnya. Namun bukan rusa yang terkena panahan tersebut melainkan Tumang lah yang kena.

Karena takut pulang kerumah, dia akhirnya mengambil hati Tumang dan memberikannya kepada Ibunya. Beberapa hari kemudian, Dayang Sumbi merasa ada yang janggal karena Tumang jak kunjung kembali kerumah.

Akhirnya Sangkuriang mengaku bahwa ia telah membunuh Tumang dan memberikannya kepada Sumbi. Sumbi pun sangat marah dan memukul kepala Sangkuriang hingga berdarah. Belakangan diketahui bahwa Tumang adalah Suami Sumbi dan itu artinya dia adalah ayah dari Sangkuriang. Ia menjadi seekor anjing karena dikutuk oleh dewa.

Bertahun-tahun berlalu, Sumbi menjadi awet muda dan tetap cantik karena efek makan hati Tuman. Sedangkan Sangkuriang telah tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan juga tampan. Keduanya saling bertemu namun tak saling mengenal.

Mereka akhirnya jatuh cinta dan semakin sering bertemu. Di satu kesempatan dimana Sumbi memegang kepala Sangkuriang dan mendapati bahwa ada bekas luka. Setelah di tanya, Sangkuriang menceritakan bahwa luka itu didapati nya dari pukulan benda yang dilakukan ibunya.

Alangkah terkejutnya Sumbi dan menangis. Ia pun mengaku bahwa dia adalah Ibu Sangkuriang. Merasa tak percaya Sangkuriang pun tetap bersikeras untuk dapat menikahi Sumbi.

Karena tak bisa mengelak akhirnya Sumbi meminta anaknya tersebut membuatkannya danau dan juga perahu untuknya. Dengan kemampuan yang ia miliki, Sangkuriang akhirnya berhasil menyelesaikan syarat yang diberikan padanya.

Masih berat hati, akhirnya Dayang Sumbi meminta bantuan Dewa untuk dapat menolongnya. Sumbi mengatakan kepada anaknya bahwa jika dia berubah menjadi bunga, itu artinya benar dia adalah ibunya.

Tak lama Sumbi berubah menjadi bunga dan alangkah menyesalnya Sangkuriang. Lalu ia menendang perahu yang telah ia buah dan perahu tersebut tertelungkup dan jadilah gunung yang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu.

  • Timun Mas

Alkisah ada seorang wanita tua yang berharap bisa memiliki seorang anak agar ketika ia sudah tua nanti, ada yang merawatnya. Namun hal itu seperti mustahil mengingat ia tak memiliki suami.

Ketika ia sedang mencari kayu bakar, ia bertemu dengan raksasa yang suka makan daging. Karena raksasa ini tahu keinginan hatinya, maka ia memberikan sebuah benih dan mengatakan jika nanti sudah berhasil, maka ia juga harus membagikan hasilnya pada raksasa tersebut.

Penasaran dengan ucapaan sang raksasa, ia pun menanam benih dan tumbuh dengan buah timun yang sangat banyak. Ada satu buah dengan ukuran besar dan berwarna keemasan. Ketika ia belah, maka terkejutlah ia karena isinya ada seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan ia berikan nama

Timun Mas. Si Raksasa pun tahu bahwa wanita tua itu telah mendapati apa yang ia mau dan akan kembali lagi ketika Timun Mas sudah berusia 17 tahun agar ia bisa menyantapnya.

Tak rela anaknya akan menjadi santapan, maka ia mendatangi sang kakek tua sakti dan diberikannya kepada Timun Mas berupa, benih mentimun, duri, garam dan juga terasi untuk bekal Timun Mas menghadapi raksasa.

Tiba waktunya dimana si Raksasa bertemu dan mengejar Timun Mas. Pertama yang dilemparnya adalah benih mentimun dan tumbuh begitu banyak buah timun. Sang Raksasa pun berhenti mengejar karena memakan timun tersebut dan kekenyangan. Walaupun ia sudah kenyang, ia masih saja ingin menyantap Timun Mas dan kembali mengejarnya.

Bekal kedua pun ia tabur yakni duri yang berubah menjadi pohon bambu. Hal ini tentu tak bisa menghentikan langkah dari Raksasa dan ia masih bisa mengejar Timun Mas. Bekal ketiga juga kembali ia lempar yakni garam yang berubah menjadi lautan.

Karena tubuhnya yang besar, ia pun bisa menyebrangi lautan tersebut dan kembali mengejar Timun Mas, namun dalam kondisi kelelahan. Namun ia juga masih terus berusaha mengejar untuk mendapatkan Timun Mas Domino99.

Bekal keempat atau yang terakhir juga ia lemparkan yakni terasi yang berubah menjadi lumpur hisap. Karena kelelahan dan tak ada tenaga lagi, maka si Raksasa tersebut mati tenggelam oleh lumpur hisap. Akhirnya Timun Mas dan ibunya hidup bahagia dan aman.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *